aku bukan sekedar “0″ ibu….

Walau hanya darah yang tampak
sesungguhnya aku telah bernyawa, ibu…
aku tumbuh besar dalam rahimmu
namun…
penyiksaan selalu datang darimu,
kau coba membunuhku dengan buah pikirmu…
Ku tau tak diharapkan,
Tapi…,
mengapa pernah kau coba menciptaku?
dengan bebas kau bergumul dengan para ayahku,
yang kau tau “aku bisa ada”
Apa aku seharam itu ibu?
tercipta dari selongsong darahmu
dan lantas kau bunuh aku??
tidak ibu!
Kau berani bermain dalam api itu,
kini terjadilah asap
itu aku….
aku nyawamu…
hidup walau belum tampak jemariku,
aku nyawamu,
hidup walau kau tak menghendakiku
dan,
aku tetap nyawamu,
tetap hidup walau kau membunuhku…
karna,
aku bukan sekedar “0″ ibu….
